
1.
Malu
Malu
adalah budaya leluhur dan turun temurun Negara Jepang. Mereka
malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma
yang sudah menjadi kesepakatan umum. Apakah
Sobat Galaksi pernah merasa malu karena berbuat salah?
2.
Mandiri
Sejak
usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus
membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu
ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di
lehernya. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta
biaya kepada orang tua. Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk
biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari.
3.
Pantang
Menyerah
Jepang
termasuk negara
yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan bencana yang terjadi di tahun 1945, tidak membuat Jepang menyerah.
Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri
otomotif dan juga kereta cepat (shinkansen). Yang cukup unik bahwa ilmu dan
teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di
Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).
4.
Loyalitas
Loyalitas
membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sangat
jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.
5.
Inovasi
Jepang
bukan negara penemu, tapi orang
Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian
memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.
6.
Kerja
Keras
Sudah bukan rahasia lagi bahwa negara Jepang adalah negara pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai
di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957
jam/tahun). Seorang pekerja Jepang boleh
dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang.
Pulang cepat adalah sesuatu yang bisa
dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut
termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
7.
Jaga
Tradisi
dan
Menghormati
Orang
Tua
Perkembangan
teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan
budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Sobat Galaksi naik sepeda di Jepang dan
menabrak pejalan kaki, jangan kaget kalau yang kita tabrak justru yang minta maaf lebih dulu.
8.
Budaya
Baca
Jangan
kaget kalau Sobat Galaksi datang
ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya
baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.Tidak peduli duduk
atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca
9.
Hidup
Hemat
Orang
Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumenisme berlebihan ini nampak dalam berbagai
bidang kehidupan.
10.
Kerjasama
Kelompok
Budaya
di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja yang terlalu bersifat
individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim
atau kelompok tersebut.
LAILATUL FITRIAH
XI RPL-1
0 comments:
Posting Komentar