728x90 AdSpace

Paling Baru

Kamis, 20 November 2014

Yang Tak Kuduga

“YANG TAK KUDUGA”

       Namaku Hanifah Asyilah. Kini aku duduk di bangku kelas XII SLTA. aku berasal dari keluarga kurang mampu. Namun selama ini keluarga kecilku ini tak pernah merasa kekurangan sedikitpun, karena Ayah selalu mengajarkan arti bersyukur kepada kami. Yah, ayah adalah salah satu sosok yang selalu membuatku terkagum-kagum akan kearifan dan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Dalam kondisi sehat ataupun sakit ia selalu memaksakan dirinya untuk pergi mencari nafkah. Ibuku hanyalah ibu rumah tangga, dulu beliau bekerja namun karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan ayah meminta ibu untuk keluar dari pekerjaannya. Aku mempunyai dua orang adik, yaitu Syifa yang kini duduk di bangku kelas VIII SLTP dan Aini yang kini sudah kelas 5 SD.
“Hani sudah jam enam lewat seperempat, nduk. Ayo lekas berangkat!” ajak Ayah kepadaku.
       Hari ini adalah hari terakhirku melalui UNAS, tinggal selangkah lagi aku lulus. Seperti biasa sebelum memasuki sekolah aku berpamitan dulu kepada Ayah.
“Ayah, Hani masuk dulu ya. Doakan biar Hani bisa mengerjakan semua soalnya dengan baik.”
“Iya, nduk. Doa Ayah selalu menyertai langkahmu. Yang jujur nak, jangan sekali-sekali bermain curang Allah maha mengetahui segalanya” nasehat Ayah kepadaku.
Pagi itu di kelas seperti biasa. Tampak ramai teman-temanku berkumpul. Mereka sedang asyik dengan secarik kertas di hadapannya. Kertas itu adalah kunci jawaban dari soal ujian hari ini entah dari mana mereka bisa mendapatkannya.“Han, kamu gak ikut nyatet kunci jawaban juga?” tanya Reni teman sebangkuku
 “Em, enggak deh Ren. Aku lebih percaya dengan jawabanku sendiri nanti”. Jawabku dengan senyum simpul. Lagi pula aku tak mau mendustai nasehat ayah tadi pagi.
“Ah, sok suci kamu Han! Gak perlu sok idealis begitu, gak lulus baru tau rasa kamu.” Celetuk Sarah temanku yang mersa jengkel dengan keputusanku. Aku hanya bisa membalasnya dengan seulas senyum untuk meredakan ucapan yang keluar dari bibirnya.
Kini sudah sebulan lebih aku menunggu pengumuman kelulusan dan juga pengumuman masuk PTN. Dengan sedikit keberanian aku mencoba untuk turut mendaftar di sebuah Perguruan tinggi negeri yang berada di luar kota dengan permohonan beasiswa tentunya. Awalnya aku pesimis sekali bisa lolos karena jumlah pesaingku ribuan orang. Namun dukungan moril dari Ayah, ibu, dan adik-adikku tak pernah surut, itulah yang selalu membuatku penuh semangat. Dan Allah benar-benar menunjukkan kuasaNya. Aku lulus dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik di seolahku. Dan yang tak kalah menggembirakannya lagi aku diterima di sebuah perguruan tinggi negeri bonafit dengan beasiswa. Tak henti-hentinya Ayah dan Ibu bersyukur serta menciumi keningku sebagai wujud kebahagiaan dan kebanggaan mereka padaku.
“Walah, nduk. Syukur Alhamdulillah kamu bisa berkuliah. Insya’Allah kamu bisa mengangkat derajat keluarga ini nantinya.” Ucap ibu dengan berlinang air mata.
Meskipun sebenarnya cukup berat untuk meninggalkan keluargaku, tapi demi kebaikan masa depanku dan keluargaku aku harus meninggalkan mereka untuk sementara. Pagi itu tiba waktunya aku untuk pamit kepada ayah, ibu dan adik-adeikku.
“Ayah, hani berangkat. Doakan agar segala urusan Hani bisa dimudahkan. Hani akan segera menyelesaikan studi Hani dengan sungguh-sungguh dan lekas kembali ke rumah ini berkumpul bersama kalian.”
 “iya nduk. Jaga diri dan nama baik keluarga. Sepulang kamu nanti Ayah hanya minta kamu bawakan selembar ijazah.” Ucap Ayah dengan wajah berseri-seri.
Tak pernah kuduga aku yang hanya putri seorang tukang becak bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi bonafit. Skenario Allah SWT begitu indah untukku. Segala puji bagiMu ya Rabb maha adil dan penyayang bagi semua umatNya. Ini semua tak luput dari dukungan keluargaku selama ini. Terimakasih Ayah atas segala pendidikan moral yang kau beri. Terimakasih ibu atas kasih sayang tulusmu selama ini. Dan terimakasih juga teruntuk adik-adikku tercinta semangat kalian yang membuatku bisa berdiri tegap hingga saat ini. Tanpa kalian aku bukan apa-apa. Hani sayang kalian semua.


ASIH DWI PRIHATINI
XII KA 1

           
           
Yang Tak Kuduga
  • Title : Yang Tak Kuduga
  • Posted by :
  • Date : 04.39
  • Labels :
  • Komentar Sobat
  • Komentar Facebook

0 comments:

Posting Komentar

Top